Kisah Inspirasi – Pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Surat Al-Kahfi

Pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam surat Al-Kahfi – Sedari kecil kita sering mendengar kisah 25 nabi yang diceritakan dari guru maupun orang tua kita. Salah satunya adalah kisah Nabi Musa yang berhasil mengalahkan tentara Fir’aun.

Namun dibalik kisah Nabi Musa dengan Fir’aun, ada juga kisah lain yang disebutkan dalam surat Al-Kahfi yaitu pertemuan antara Nabi Musa dengan Nabi Khidir. Dari kisahnya bersama Nabi Musa yang diceritakan Al-Quran, ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik.

Awal Mula Pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir

Kisah Nabi Zakaria

Kisah bermula ketika Nabi Musa ditanya oleh kaum Bani Israil tentang siapa manusia paling saleh di muka bumi ini. Saat itu pula Nabi Musa menjawab bahwa dirinyalah yang saleh. Namun, Allah SWT segera menegur Musa dan mengatakan padanya bahwa masih ada hamba lain yang lebih saleh dari dirinya. Bahkan, hamba tersebut memiliki ilmu yang tidak Musa miliki. Dia adalah Khidir, hamba saleh dan mempunyai ilmu yang lebih tinggi daripada Musa yang dimaksudkan Allah SWT.

Nabi Musa ingin berguru pada Nabi Khidir

Mengetahui ada hamba saleh selain dirinya, Nabi Musa pun memohon kepada Allah SWT agar bisa bertemu dengan sosok tersebut untuk berguru dan belajar ilmu kepadanya.

Allah SWT hanya memerintahkan Musa untuk membawa ikan dalam keranjang. Kemudian Allah SWT berpesan apabila ikan tersebut menghilang, maka di tempat itu sosok hamba saleh berada.

Nabi Musa mengikuti semua amanat Allah SWT, lalu ia pergi bersama muridnya yaitu Yusya ibn Nun untuk mulai mencari keberadaan hamba saleh.

Setelah berjalan cukup jauh Nabi Musa berhasil bertemu Nabi Khidir karena telah mendapat tanda dari ikan yang dibawanya menghilang.

Setelah memberi salam, Nabi Musa bertanya pada Khidir, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?” (QS Al Kahfi ayat 66)

Nabi Khidir menjawab, “Sesungguhnya Engkau (wahai Musa) tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku. Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” (QS Al Kahfi ayat 67-68)

Nabi Musa pun mencoba meyakinkan Khidir bahwa dirinya akan berupaya sabar. Musa kembali mencoba meyakinkan, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.” (QS Al Kahfi ayat 69)

Kendati begitu, Nabi Khidir memberikan syarat yang harus dipenuhi Musa. Nabi Khidir berkata, “Sekiranya Engkau mengikutiku, maka janganlah Engkau bertanya kepadaku akan sesuatu pun, sehingga aku ceritakan halnya kepadamu.” (QS Al Kahfi ayat 70)

Perjalanan Nabi Musa dan Nabi Khidir

Kisah Nabi Khidir, Nabi Yang Diyakini Memiliki Umur Panjang Hingga Akhir  Zaman - Thebellebrigade.com

Dimulailah perjalanan keduanya. Kemudian Nabi Khidir pun langsung menunjukkan pelajaran bagi Musa melalui tiga peristiwa.

Pertama, saat keduanya berada di atas kapal, Nabi Musa heran melihat Khidir melubangi kapal dengan melepas salah satu papannya.

Musa berpikir bahwa hal yang merusak termasuk perbuatan kejahatan. Terlebih, kejahatan dilakukan kepada orang yang telah berbuat baik karena mau mengangkut mereka tanpa diberi imbalan.

Nabi Musa yang lupa lantas bertanya, “Mengapa engkau melubangi perahu yang akibatnya akan menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya engkau telah berbuat satu kesalahan besar.” (QS. Al Kahfi: 71)

Khidir lantas mengingatkan Nabi Musa akan janjinya, “Bukankah aku telah berkata, ‘Sesungguhnya engkau sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku'”

Kemudian keduanya kembali melakukan perjalanan dan bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang bermain. Khidir lantas menghampiri dan membunuhnya.

Melihat kejadian tersebut, Musa menjadi tak sabar dan kembali mengingkari janjinya. Musa bertanya, “Mengapa engkau membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya engkau telah melakukan suatu yang mungkar.” (QS. Al Kahfi: 74)

Khidir menjawab hal yang sama kepada Musa, “Bukankah aku telah berkata, ‘Sesungguhnya engkau sekali-kali tidak akan mampu sabar bersamaku'” (QS. Al Kahfi: 75)

Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan dan tibalah pada sebuah desa yang dihuni penduduk yang kikir. Tak ada seorang pun di sana yang berkenan menjamu mereka. Namun, tak disangka Khidir justru memperbaiki sebuah dinding rumah yang nyaris roboh.

Semua kejadian yang dialami Musa tersebut membuatnya bertanya-tanya. Hal tersebut pula yang membuat Musa sudah memilih untuk berpisah dengan Khidir.

Sebelum berpisah, Nabi Khidir menjelaskan alasan perbuatannya dan berkata, “Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.” (QS. Al Kahfi: 78)

Alasan Nabi Khidir melakukan hal demikian dan hikmahnya

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Al-Quran: Refleksi Kepatuhan Terhadap  Guru - Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia

Pertama, ia memberi lubang pada perahu agar pemilik perahu yang miskin itu tidak dizalimi oleh seorang raja serakah. (QS. Al Kahfi: 79)

Kedua, Khidir membunuh seorang anak karena ia tahu bahwa nantinya ketika besar ia bisa menyesatkan kedua orang tuanya. (QS. Al Kahfi: 80-81)

Ketiga, Khidir memperbaiki dinding rumah roboh karena di rumah itu ada anak yatim dan di dalamnya terdapat harta peninggalan dari ayah mereka yang saleh. (QS. Al Kahfi: 82)

Lebih lanjut, Nabi Khidir mengatakan bahwa apa yang dilakukannya bukanlah kehendak sendiri, melainkan mengikuti petunjuk Allah SWT.

Dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir, ada berbagai pelajaran berharga yang bisa dipetik, yakni tentang sebuah adab dan kesabaran. Selain itu, kita pun hendaknya senantiasa berprasangka baik tentang Allah SWT dan percaya atas kehendak-Nya.

Leave a Comment