5 Inspirasi Dalam Surat Al-Kahfi yang Bisa Kita Pelajari

5 Inspirasi dalam surat Al-Kahfi yang bisa kita pelajari – Surat Al-Kahfi adalah surat berisi tentang kisah inspirasi para pemuda dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT di masa kezaliman. Surat ini sangat di anjurkan untuk dibacakan pada hari jumat yang memiliki keutamaan dan kemuliaan. Berikut adalah 5 inspirasi dalam surat Al-Kahfi yang bisa kita pelajari :

1) Iman kepada Allah SWT, tidak bisa di tawar !

7 Cara Beriman Kepada Allah dan Dalilnya - DalamIslam.com
Inspirasi pertama yang bisa kita ambil dalam surat Al-Kahfi adalah keimanan kepada Allah SWT. Aktor dari inspirasi ini adalah anak-anak muda yang hebat. Mereka hidup di zaman ketika seorang raja zalim mengaku dirinya sebagai dewa. Siapapun yang menyembah Allah SWT akan binasa di tangan algojonya.
Mereka akhirnya memilih untuk pergi berlari menyelamatkan iman dan berkeyakinan bahwa Allah SWT pasti menolong siapapun hamba-Nya. Di Goa, mereka tidur 309 tahun hingga Allah SWT membangunkannya di masa raja yang adil.
Bagi para pemuda tersebut, iman tidak dapat ditukar dengan apapun. Padahal jiwa mereka jiwa muda, masih punya waktu untuk bertaubat dan mengobati kesalahan. Namun kematian tidak melihat umur, harta apalagi yang bis mereka banggakan di mata Allah SWT jika keimanan mereka tergadaikan.

2) Teman-teman yang shalih, dan mushlih

Inspirasi kedua yang bisa kita ambil dalam surat Al-Kahfi adalah teman yang shalih dan mushlih. Kemanapun kamu pergi, bekerja untuk mencari kehidupan jangan pernah lupa hidup tidak bisa sendiri.
Para pemuda kahfi, jika sendiri-sendiri maka rasa takut dan khawatir akan terasa. Namun pertemanan mereka baik dan shalih, komunitas yang sehat dan saling mengingatkan akan membuat kokoh, melatihmu istiqomah, dan menggandengmu erat dalam hijrah dan perjuangan menmbangun peradaban yang islami.

3) Syukur itu mahal, jangan siakan

Hikmah Bersyukur
Inspirasi ketiga yang bisa kita ambil dalam surat Al-Kahfi adalah syukur itu mahal, maka jangan siakan. Bersyukur memang tidak mudah, bayangkan betapa banyak orang yang diberi kecerdasan lalu angkuh, ia tidak bersyukur. Berapa banyak orang yang diberi jabatan dan tahta kemudian ia semena-mena dan tidak bersyukur.
Itulah kenapa Ibnu Taimiyah bilang, “Orang lebih banyak tulus ujian yang alatnya adalah sabar, daripada ujian yang alatnya adalah syukur”. Seperti pemilih kebun dalam surat Al-Kahfi yakni bangga dengan kebun dan buah-buahan yang ranum. Namun ia mengklaim bahwa semuanya adalah hasil usahanya sendiri dan tidak ada campur tangan Allah SWT sedikitpun. Maka nikmat itu dicabut sekejap mata, ketika ia menyadari kebunnya hangus terlahap api.

4) Betapa pentingnya tawadhu

Inspirasi keempat yang bisa kita ambil dalam surat Al-Kahfi adalah betapa pentingnya tawadhu. Seperti halnya kisah nabi Musa bertemu dengan Nabi Khidir memberikan obat atas rasa kepintaran kita yang sering akut. Kita kadang tidak ingin mendengar perkataan orang lain. merasa paling baik dan mencari alasan apapun untuk pembenaran, bukan rela menerima kebenaran.
Padahal hidup sebenarnya sederhana, yaitu segala ilmu yang ada hanyalah pemberian dan titipan yang akan dipertanggungjawabkan kelak. Semakin kita banyak tahu, semakin kita merasa bahwa ternyata kita tidak benar-benar tahu apa-apa. Makin banyak mengumpulkan hikmah, ternyata ilmu sejati mengajarkan kita untuk lebih merunduk.

5) Berikhtiar, Dan Terjadilah Keajaiban

Arti Kata Ikhtiar Dan Contoh Perilaku Ikhtiar Untuk Meraih Keridhoan Allah  Swt
Inspirasi kelima yang bisa kita ambil dalam surat Al-Kahfi adalah berikhtiar. Kisah Raja Zulkarnain di akhir Surat Al Kahfi mengajarkan kita untuk tak bermanja-manja dengan teori dan mimpi. Zulkarnain mengharmoniskan ilmu pengetahuan, visi yang jelas dan rasa kemanusiaan yang tinggi. Itulah energinya untuk membangun dinding yang melindungi sebuah kaum dari Yajuj dan Majuj.
Namun lihatlah ketika dinding itu jadi begitu gagahnya, begitu kokohnya, megah nian pondasinya, kembali Zulkarnain membuatmu terinspirasi dengan kalimat penutupnya, “Dinding ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar.”
Sumber bacaan : Edgarhamas, Founder Gen Saladin

Leave a Comment