Waspada! Ini yang Menjadi Fitnah Manusia

Waspada! Ini yang menjadi fitnah manusia – Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang sempurna. Allah SWT menciptakan manusia sesuai fitrahnya yang dilengkapi dengan akal, ruh, hati, dan jasad. Semua fitrah tersebut ada pada diri manusia  yang merupakan satu kesatuan dan saling melengkapi.

Namun, selain fitrah tersebut ada beberapa fitnah perlu di waspadai manusia sebagai berikut :

1) Syahwat

Fitnah manusia yang perlu di waspadai pertama adalah syahwat. Manusia tidak pernah luput dari yang namanya salah dan dosa. Pada diri manusia terdapat syahwat yang mempunyai peran besar dalam menggerakkan tingkah laku manusia. Syahwat adalah keinginan manusia untuk mendapatkan kesenangan dan kelezatan dunia yang dapat memuaskan dirinya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Imran ayat 14 berikut :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

Artinya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Islam tidak melarang manusia untuk bersyahwat. Namun bersyahwat dapat di lakukan dengan cara yang halal dan sesuai dengan syariat islam. Maka syahwat ini akan bernilai pahala  jika dilakukan dengan benar seperti bersyahwat kepada pasangan halalnya. Lain halnya jika syahwat tidak dilandaskan dengan syariat islam maka akan menjadi fitnah besar bagi manusia seperti bersyahwat kepada lawan jenis yang belum halal.

2) Hawa

Fitnah manusia yang perlu di waspadai kedua adalah hawa. Hawa adalah kecintaan dan kecenderungan manusia terhadap sesuatu yang diinginkannya. Menurut As-Sayyid Al Jurjaaniy dalam Ta’rifatnya pada halaman 299 yang menyebutkan bahwa “Hawa adalah kecenderungan Nafsu terhadap apa yang di rasa nikmat dan lezat cita rasanya dengan segala keinginannya yang timbul bukan dari ajaran Syari’at agama”

أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? (QS. Al-Jatsiyah ayat 23)

3) Nafsu

Fitnah manusia yang perlu di waspadai ketiga adalah nafsu. Dalam diri manusia itu ada Ruh, Hati dan Nafsu. Ketahuilah bahwa mata merupakan alat untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung merupakan alat penciuman, adapun hati dan ruh merupakan tempat bersemayamnya sifat-sifat yang baik, sedangkan Nafsu merupakan tempat persinggahan sifat-sifat yang buruk. Allah SWT berfirman dalam surat Yusuf ayat 53 :

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Nafsu dapat menjadi fitnah besar bagi manusia yang terjerumus dalam jurang nafsu. Karena nafsu merupakan dzatnya sedangkan Hawa adalah sifat atau kecenderungan nafsu, atau boleh juga kita katakan rangsangan/dorongan. Allah SWT yang menyebutkan tentang Nafsu dan Hawa, yaitu pada surat An Naazi’aat ayat 40 dan 41

Leave a Comment