Jangan Sampai Tinggalkan Tiga Perkara Ini Dalam Hidup Kita!

Jangan sampai tinggalkan tiga perkara ini dalam hidup kita!Setiap manusia akan senantiasa di hadapkan dalam keadaan bahagia dan sengsara. Sebagaimana manusia akan terus diuji oleh Allah sesuai dengan batas kemampuannya. Namun hanya orang yang beriman yang dapat lulus ujian tersebut dengan meyakini keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala serta tahu akan kelemahan dirinya.
Ketika manusia dihadapkan dalam situasi terebut ada kebaikan yang Allah siapkan untuk dirinya. Sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut :
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Mulk: 1-2)
Ujian yang datang adalah bentuk cinta Allah kepada hamba yang disayanginya. Maka dalam menghadapi situasi tersebut, jangan sampai tinggalkan tiga perkara ini dalam hidup kita yaitu:

• Sedekah walau sempit

Keutamaan Sedekah di Waktu Sempit - BMH

Perkara pertama yang jangan sampai ditinggalkan dalam kondisi apapun adalah sedekah. Banyak keutamaan yang didapatkan dengan bersedekah, salah satunya Allah akan menggandakan pahala dua kali lipat bagi orang yang bersedekah sesuai dengan surah Al-Baqarah ayat 261. Selain itu dalam surah Saba’ ayat 39, Allah berfirman : “Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.”

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Seorang laki2 datang kepada Rasulullah ﷺ & berkata, “Wahai Rasulullah! Sedekah yg bagaimanakah yg paling besar pahalanya?” Beliau bersabda, “(Sebaik2 sedekah ialah) engkau bersedekah dalam keadaan sehat & pelit, engkau takut fakir & mencita-citakan kekayaan. Jangan engkau tunda hingga apabila nyawa telah sampai kerongkongan barulah engkau berkata, ‘Untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian’. Ketahuilah, harta itu memang milik si fulan” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam hadits yg lain, Nabi ﷺ bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yg bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yg memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yg banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan” (HR. An-Nasai no. 2527)

• Tersenyum walau sedih

Hadits Tentang Senyum dan Keutamaannya

Perkara kedua yang jangan sampai ditinggalkan dalam kondisi apapun adalah tersenyum. Salah satu sedekah yang baik adalah dengan memberikan senyuman kepada orang lain. Seagaimana Rasulullah bersabda dalam hadist berikut :

“Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah. Usahamu untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang keburukan adalah sedekah. Usahamu untuk menuntun seseorang yang tersesat menuju jalan yang lebih baik adalah sedekah. Memberikan yang kita miliki adalah sedekah. Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah. Pandanganmu yang peduli kepada mereka yang buruk rupa adalah sedekah. Sedekah yang paling tinggi nilainya adalah nafkah yang diberikan suami kepada istrinya.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya” (HR. Muslim no. 2999)

Nabi ﷺ juga bersabda, “Sungguh menakjubkan seorang mukmin. Tidaklah Allah menetapkan kepadanya sesuatu kecuali itu merupakan kebaikan baginya“ (HR. Ahmad)

• Berbaik sangka kepada Allah walau dalam keadaan buruk

Berbaik Sangka Kepada Allah Menjadi Kewajiban untuk Umat Manusia

Perkara ketiga yang jangan sampai ditinggalkan dalam kondisi apapun adalah berbaik sangka kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaq ‘alaih)

Nabi ﷺ juga mengingatkan, “Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, “Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini & begitu”. Tetapi katakanlah, “Qodarullah wa ma sya-a fa’al” (hal ini telah ditakdirkan Allah & Allah berbuat apa saja yg dikehendaki-Nya). Karena ucapan “seandainya” akan membuka pintu perbuatan syaiton” (HR. Muslim)

 

Leave a Comment