Tiga Pintu Masuknya Syaitan Dalam Diri Manusia

Tiga pintu masuknya syaitan dalam diri manusia – Syaitan adalah salah satu makhluk Allah SWT yang  tugasnya menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan. Ada beberapa pintu masuknya syaitan ke dalam diri manusia. Sebagaimana Al-Imam Ibnul Qayyim berkata :

“Seorang hamba pasti akan diuji dengan al-ghaflah (kelalaian), syahwat (hawa nafsu) dan al-ghadhab (amarah). Masuknya syaitan ke dalam diri seseorang hamba adalah melalui tiga pintu ini.”

Itulah mengapa, manusia dianjurkan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, agar syaitan tidak masuk dalam diri manusia. Karena jika manusia lalai dan jauh dari Allah SWT maka syaitan akan mendominasi dalam diri manusia melalui tiga pintu masuk ini.

Manusia itu sejatinya lemah sebagaimana Al-Imam Ibnul Qayyim, berkata “Sehebat apapun kita menjaga, yang namanya manusia pasti ada lalainya, syahwatnya, dan amarahnya.” Bahkan sekelas Nabi Adam manusia yang dewasa, matang, cerdas, dan berprinsip masih bisa tergoda leh tipu daya syaitan. Sampai akhirnya, Nabi Adam terjatuh dalam kekhilafan memakan buah yang di larang Allah SWT. Lantas bagaimana dengan kita yang kualitasnya masih jauh di bawah Nabi Adam?

Ini merupakan peringatan bagi kita untuk jangan pernah merasa aman. Dan juga jangan merasa sombong dengan amal ibadah dan ilmu yang dimiliki. Bahkan ketika kita sudah bertaubat dan berhijrah tiga pintu ini (kelalaian, syahwat, dan amarah) tidak bisa sepenuhnya tertutup sempurna. Karena manusia itu makhluk yang lemah dan rentan, jangan berpikir ketika berhijrah semuanya selesai. Justru dengan hijrah kita jadi belajar dan sadar titik kelemahan kita. Lalu kita perbaiki itu dan menjaganya dan memperbaiki hubungan dengan sahabat dan pasangan, sehingga kelalaian kita bisa diingatkan.

Betapa lemahnya manusia tanpa pertolongan dari Allah SWT. Jangan sampai hijrah dan taubatnya kita justru membuat diri menjadi jumawa dan menganggap remeh. Dengan menjaga hubungan untuk dekat dengan Allah SWT  melalui apa yang diperintahkannya ini salah satu langkah untuk menutup celah pintu masuknya syaitan dalam diri kita. Ingat kita hanyalah anak Adam, yang apalagi ayahnya sudah sehebat itu pun tetap jatuh pada kekhilafan, apalagi dengan kita? Semoga kita bisa selalu istiqmah di jalan yang Allah SWT ridhoi, Aamiin.

Referensi : Kajian Ustadz Muhammad Nurul Dzikri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *