Sudah Ikhtiar Dengan Benar Tapi Dapat Jodoh yang Salah

Sudah ikhtiar dengan benar tapi dapet jodoh yang salah – Sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, sudah menjaga diri, sudah sabar, tapi kenapa Allah justru hadirkan seseorang yang salah dalam hidup. Hal ini mungkin dirasakan oleh sebagian orang yang sudah menemukan takdir-Nya. Lantas hati mulai ragu dan bertanya lirih “Apa salahku? aku sudah menjalankan perintah-Nya, kenapa Allah tega?”. Padahal tidak ada satu pun takdir Allah yang lahir dari rasa tega, semua lahir dari kasih sayang dan tujuan yang belum kita pahami seluruhnya.

Allah tidak pernah salah memberi takdir

Kita sering sekali menerka-nerka perkara takdir Allah terlebih soal jodoh. Yang kita kira dia datang untuk tinggal, tapi ternyata hanya singgah. Yang kita kira dia jodoh yang baik, tapi salah. Sadar tidak sadar sering sekali kita menemui kegagalan bahkan kekecewaan dengan orang yang kita temui. Bisa jadi adalah jalan Allah untuk menuntunmu ke arah yang benar. Allah tidak menulis takdir untuk menyakitimu, tapi untuk membentuk hatimu agar semakin dekat dengan-Nya. Sebagaimana dalam firman Allah :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.Al-Baqarah:216)

Bukan kamu saja yang menderita…

Hal ini juga dirasakan oleh orang-orang terdahulu. Seperti kisahnya Asiyah, istri Fir’aun. Asiyah binti Muzahim adalah salah satu wanita terbaik di surga. Tapi siapa suaminya? yakni Fir’aun. Manusia yang paling sombong di muka bumi ini, lantas apakah Allah salah menjodohkan mereka? Tentu tidak.

Allah tidak menulis kisah Asiyah untuk menghukumnya, tapi untuk memuliakannya. Asiyah adalah seorang wanita terjaga, teguh imannya, dan senantiasa taat dengan perintah-Nya. Asiyah diuji bukan karena ia kurang iman, tapi karena Allah ingin menjadikannya teladan bagi perempuan kuat sepanjang zaman.

“Allah juga membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS.At-Tahrim:11)

Kadang, yang salah itu jalan menuju Surga

Asiyah tetap beriman ditengah kekejaman. Ia disakiti, tapi tidak membalas dengan kebencian. Ia ditindas, tapi tidak kehilangan keyakinan. Karena hatinya tidak bergantung pada Fir’aun, tapi ia menggantungkan semua urusannya kepada Allah azza wazala. Bahkan ketika ia berdoa sebagaimana disebutkan dalam QS.At-Tahrim ayat 11, Allah langsung mengabulkan doanya. Ketika Asiyah disiksa oleh Fir’aun dengan batu yang ditumpukkan pada tubuhnya, saat itu Asiyah sudah melihat bagaimana gambaran Surga yang Allah siapkan untuknya kemudian Asiyah wafat. Cintanya mungkin gagal di dunia, tapi hatinya berhasil sampai ke surga.

Tidak semua jodoh yang kamu anggap salah itu hukuman

Terkadang Allah tidak memberi laki-laki yang sempurna, tapi laki-laki yang menguatkanmu lewat ujian. Karena dibalik sakitnya hubungan, Allah sedang menaikan derajatmu yang mungkin tidak bisa kamu raih dengan luka. Bisa jadi laki-laki yang kamu anggap jodoh yang salah bukan jodoh selamanya. Tapi jodoh sementara agar kamu belajar makna sabar, ikhlas, dan bijak.

Allah sedang melatih cintamu

Tidak semua hal yang terlihat buruk itu buruk bagimu. Jika Allah tega denganmu, maka Dia tidak akan membiarkan kamu terlena dengan cinta yang salah. Tapi justru karena Allah sayang, Dia izinkan kamu kecewa, agar kamu sadar hati ini bukan untuk bergantung kepada manusia. Allah ingin cintamu kembali ke tempat asalnya yaitu kepada-Nya. Karena hanya cinta kepada Allah kamu tidak akan merasakan kekecewaan. Suatu hari kamu akan menoleh ke belakang, dan kamu akan tersenyum dengan rencana-Nya yang begitu indah. Ternyata luka itu bukan hukuman tapi cara Allah menyelamatkanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *