Pendidikan Anak Tugas Siapa?

Pendidikan anak tugas siapa? – Sebelum memutuskan untuk menikah, penting untuk menyadari bahwa pernikahan adalah perjalanan awal memulai bahtera rumah tangga bersama pasangan.

Maka penting sekali untuk mempersiapkan diri untuk menjalankan peran sebagai seorang ayah dan ibu baik anak-anak kelak. Salah satu tujuan menikah adalah mendapatkan keturunan dan menjadi orang tua yang baik bagi anak jika Allah karuniakan kelak.

Harapannya adalah kita bisa melahirkan dan mendidik anak-anak yang membawa banyak kebaikan, menjadi anak yang sholih dan sholihah serta menjadi genari yang berkontribusi bagi agama dan bangsa.

Sebelum menikah fokuslah pada kepantasan diri dengan ilmu, agar kelak jika Allah amanahkan seorang anak kita bisa mendidiknya dengan baik. Selain itu carilah pasangan yang kelak bisa menjadi seorang ayah dan ibu yang siap bekerjasama dalam berumah tangga dan mendidik generasi positif.

Bagi laki-laki, carilah istri yang nantinya sadar akan perannya sebagai seorang ibu, mau berlemah lembut dalam mendidik anak, serta haus menuntut ilmu dengan belajar, dan sesuaikan dengan kriteria yang seusia dengan value yang kamu miliki.

Bagi perempuan, carilah calon suami yang sadar akan peran dan tanggungjawabnya sebagai seorang ayah nantinya. Ia tidak hanya mencari nafkah tapi paham akan kewajiban dalam mendidik istri dan anaknya. Sehingga kelak bisa menuntun keluarganya dalam kebaikan.

Seorang ibu memiliki peran sebagai “Al-ummu madrasatul ula” yaitu ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Tapi masih ada kelanjutannya “…wal abu mudiruha” yaitu ayah adalah kepala sekolahnya.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab yang sama bagi kedua orang tuanya dengan peran yang berbeda bagi ayah dan ibunya.

Ayah sebagai kepala sekolah memang tidak selalu ada di rumah karena mencari nafkah keluarga. Namun, tentu saja seorang ayah tidak bisa mengesampingkan tanggung jawab atas jalannya pendidikan di rumah.

Ia bertanggung jawab menyejahterakan istrinya sebagai guru bagi anak-anaknya. Ia perlu memastikan bahwa istrinya bahagia dan kebutuhan pendidikan anak dapat terpenuhi dengan optimal.

Ayah sebagai kepala sekolah sekaligus nahkoda yang mengetahui persis tujuan dan arah pendidikan anaknya. Berat bukan? tapi itulah pahala terbesarnya ada di tanggung jawabnya bukan hanya sekedar pencari nafkah.

Sebaliknya, peran ibu sebagai guru pertama? berbeda dengan kepala sekolah yang tidak sering melihat tugas harian muridnya. Seorang guru atau madrasatul ula perlu mengetahuyi lebih dekat detail setiap perkembangan anak yang ia didik lewat arahan dari kepala sekolah (sang ayah).

Seorang ibu perlu lebih detail dan peka dengan setiap tahap perkembangan anak, ibu adalah tempat bercerita, merasakan kasih sayang yang tulus, serta tempat anak merasakan kenyamanan. Tugas ibub tidak kalah berat, terlebih tidak sedikit para ibu berperan ganda sebagai ibu rumah tangga dan bekerja juga di ranah publik.

Maka penting membuat ibu merasa didukung,diperhatikan, disejahterakan, dan terus dibesarkan hatinya untuk bisa bahagia dalam mendidik anak serta menjalani kewajiban-kewajiban lainnya.

Sebab keduanya memiliki tanggung jawab yang berat, maka kompak dan selaras adalah hal yang perlu diusahakan bersama baik suami dan istri. Jangan pernah merasa paling berjuang sendirian dan jangan pernah membuat pasangan harus berjuang sendirian dalam mendidik anak. Karena pernikahan yang baik dibangun dengan kekompakan dan kerjasama keduanya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Referensi : Buku #PreMarriageTalk “Karena Menikah Butuh Persiapan” by Nida Muthi Athifa & Saraf Fauziyyah Bahri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *