Kalau Allah Sayang Kenapa Harus di Uji?

Kalau Allah sayang kenapa harus di uji? Allah tahu kamu lelah, Allah juga tahu kamu sedang terluka tapi Dia lebih tahu kalau kamu mampu bertahan dalam hidupmu. Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Allah ga sayang kamu, jangan juga mudah kecewa dengan kondisi hidupmu saat ini.

Kalau kamu tetap menjaga iman dalam hatimu, Allah sendiri yang akan menuntun hatimu untuk sembuh. Dia akan menuntun langkahmu ke arah yang jauh lebih baik dari harapanmu saat ini. Dia tidak akan pernah berhenti mencintaimu, sekalipun kamu membenci takdir-Nya tapi dia tetap menyayangimu. Bahkan ketika kamu berpikir untuk menyerah, Allah akan tetap menemani dalam setiap langkahmu.

Ada masa dimana semuanya terasa berat. Hingga berpikir bahwa Doa yang selama ini dipanjatkan seakan diam dan harapan semakin tipis. Kemudian hati mulai bertanya; “Ya Allah, kenapa harus aku?”. Lalu muncul suara lain di dalam dada seolah berbisik, ” Katanya Allah sayang, tapi kenapa Dia biarkan aku dalam posisi ini? Dia biarkan aku ngerasain ini?”. Kalau ini memang rencana-Nya kenapa rasanya sakit dan berat banget, kita mulai ragu bukan pada kuasa Allah, tapi pada cinta-Nya.

Tapi Allah lebih mencintaimu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri. Dia lebih tahu apa yang kamu butuhkan dibandingkan dirimu sendiri. Dia tahu kapan kamu harus dikuatka, kapan kamu harus diremukkan, dan kapan kamu harus bangkit menjadi lebih baik dari dirimu sebelumnya. Seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu melalui proses kepompong terlebih dahulu. Kamu juga sama seperti proses kupu-kupu itu, kamu sedang dibentuk! supaya kamu lebih kuat dan siap dari sebelumnya. Agar kamu juga sadar bahwa dunia ini hanya tempat singgah sementara dan tahu arah untuk kembali.

Sebagaimana dalam QS. At-Taghabun ayat 11 : “Dan siapa yang beriman kepada Allah, maka Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” Bahkan saat musibah itu datang sampai membuat hatimu luka, hidupmu hancur dan kamu tetap memilih iman kepada-Nya. Kamu akan selamat karena Allah akan menuntun hati dan langkahmu ke arah kebaikan.

Terkadang Allah menjauhkan sesuatu yang kamu inginkan bukan karena Dia membencimu, tapi karena Dia mau kamu mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Dan disaat itu terjadi yang paling Allah “inginkan” dari kamu bukan soal jawaban cepat dan instan. Tapi satu hal yakni iman yang tetap menggengga meski hatimu rapuh sekalipun. Jangan ukur cinta Allah dari manisnya hidupmu. Terkadang yang paling pahit sekalipun, justru hadir dari cinta-Nya yang paling manis.  Ingat Allah tidak menyayangimu dengan setengah-setengah, tapi Dia menyayangimu tanpa batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *