Tenang karena husnudzan sama Allah – Hidup itu akan terasa menyenangkan jika semua keinginan selalu terpenuhi. Apalagi kalau hidup tidak ada masalah dan ujian, semuanya terasa ringan. Pertanyaannya apakah semua keinginan bisa menjamin ketenangan hidup? Jika tidak ada masalah dan ujian, bukankah hidup terasa membosankan ?
Bukankah semua masalah yang kita hadapi adalah bagian dari proses yang menjadikan dirimu saat ini. Maka bukankah penting berhusnudzan sama Allah SWT sang pemilik takdir. Husnudzan itu bukan ketika kita menganggap masalah itu tidak ada. Husnudzan itu adalah keyakinan kalau setiap kejadian adalah rencana Allah yang punya maksud dan tujuan tertentu.
Kita enggak akan pernah tahu bagaimana jalan hidup kita kedepannya, tapi kita bisa memahami maknanya dengan berbaik sangka sama Allah SWT. Hidup dengan husnudzan atau berprasangka baik sama Allah itu menenangkan. Pikiran kita jadi terarah, hati tenang, dan hidup yang dijalani terasa ringan karena Allah SWT yang menjamin hidup kita.
Semua yang terjadi dalam hidup kita adalah bagian dari skenario Allah SWT. Jika kita terus bersuudzon atau berburuk sangka sama Allah SWT kita enggak akan pernah menikmati hidup. Sebagaimana dalam QS.Al-Fath ayat 6 :
“Dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk. Allah pun murka kepada mereka, melaknat mereka, dan menyediakan (neraka) Jahanam bagi mereka. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
Sekali kita berburuk sangka sama Allah SWT, maka kita sedang masuk dalam lingkaran negatif yang bikin hidup terasa sempit dan rumit. beda kalau kita sudah mulai menerima dan belajar husnudzan sama Allah SWT. Kita akan melihat dunia dengan lebih luas, lebih ringan, dan lebih mudah.
Enaknya lagi, kalau kita terus berhusnudzan sama Allah SWT, kita enggak perlu capek-capek mikirin masa depan yang bukan ranahnya kita. Ketinggalan kereta? oh mungkin emang disuruh nunggu berikutnya yang lebih sepi. Ditolak kerja? oh mungkin ada tempat kerja yang lebih sehat daripada di kantor ini? dan sebagainya.
Enggak adalagi kecewa yang berlebihan, enggak ada lagi overthingking. Semuanya vibesnya baik kalau kita serahkan urusan kita sama sang pemilik takdir. Yang ada hanyalah “aku tahu ini yang terbaik, yang bisa aku dapetin”. Husnudzan itu emang susah buat selalu merasa baik-baik saja dalam hidup.
Apalagi kalau ada dititik terendah, amna bisa mikirin yang baik-baik setelah kejadian yang dialaminya. Tapi kita bisa loh untuk elajar pelan-pelan dengan selalu ingat kalau Allah SWT itu Maha Baik. Kita belajar lihat sisi baiknya dari yang kecil, melatih mata hati biar enggak fokus pada yang hilang, tapi apa yang masih ada!
Hal terbaik dalam hidup itu, bukan ketika semua berjalan mulus, semua baik-baik saja. Hal terbaik dalam hidup yang bisa kita minta sama Allah SWT bukan agar hidup kita selalu bebas dari hambatan. Tapi Allah SWT mampukan diri kita untuk selalu melihat hal-hal baik dalam setiap takdir-Nya. Bukan menghilangkan hambatannya, tapi minta dimampukan dan minta sama Allah SWT untuk selalu melihat kebaikan dari setiap ujain yang datang.
Husnudzan adalah cara paling elegan untuk bahagia. Jangan minta takdir yang selalu sesuai dengan maumu, tapi mintalah hati yang selalu ridho sama maunya Allah SWT. Semoga artikel ini bermanfaat.