Cara Allah menyembuhkan kita melalui ibadah kepada-Nya – Pernah ga kita kepikiran, kenapa Allah mewajibkan hamba-Nya untuk beribadah? Apakah Allah membutuhkan sujud kita? Tentu tidak, Allah tidak membutuhkannya, karena Allah Maha Kaya.
Ternyata dibalik setiap perintah agama memiliki segudang manfaat bagia setiap manusia. Selain untuk kesehatan rohaniah manusia, tersimpan mekanisme biologis yang menakjubkan bagi jasmani manusia. Ibadah yang kita lakukan sehari-hari sejatinya adalah fitur “Self-Healing” tercanggih yang Allah rancang bagi tubuh manusia.
Mari kita bedah tiga ibadah utama yang fungsinya mirip dengan “tombol riset” bagi fisik, otak, dan jiwa kita berikut ini :
Pertama Puasa
Sebagiaman Rasulullah bersabda puasa adalah perisai (HR.Bukhari). Dulu kita mengira perisai ini hanya kiasan pahala dan perlindungan dari sihir dan keburukan pada diri kita.
Namun sains modern menyingkap fakta bahwa saat perut kita keroncongan menahan lapar selama 8 hingga 16 jam, tubuh tidak sedang menderita. Justru, tubuh sedang masuk ke mode Autophagy (memakan diri sendiri).
Athophagy ini adalah proses pembersihan sampah jenius. Dimana sel-sel dalam tubuh kita yang rusak,tua,dan mati akan “didaur ulang” kembali menjadi sel baru yang lebih sehat dan bertenaga. Mekanisme ini divalidasi oleh ilmuan Yoshinori Ohsumi, pemenang nobel kedokteran tahun 2016.
Jadi, puasa adalah cara tubuh melakukan “servis berkala”. Ia membersihkan sisa-sisa metabolisme agar tidak menumpuk menjadi kanker atau penyakit berat lainnya. Allah memerintahkan kita untuk berpuasa agar kita sehat secara jasmani dan rohani.
Kedua Sholat Tahajud
Sholat tahajud ini merupakan amalan yang sulit dilakukan tanpa adanya niat dan paksaan dalam diri. Sehingga sholat sunah ini istimewa bagi seorang mukmin yang menjalankannya. Mengapa Allah sangat mencintai hambanya yang bangun disepertiga malam ?
Bayangkan saat suasan hening, ia terbangun disepertiga malam untuk ibadah dengan dinginnya air wudhu yang menyentuh kulit, hingga membangunkan kesadaran di saat dunia sedang terlelap.
Menurut Andrew Huberman, seorang neuroscientist dari Standford Jam 03.00-06.00 pagi adalah waktu emas (Golden Hour) bagi otak manusia. Di jam-jam tersebut, Prefrontal Cortex (bagian otak yang mengatur logika dan ketenangan) sedang dalam kondisi paling prima.
Saat kita sednag bersujud dikeheningan malam, otak kita dibanjiri hormon kebahagiaan. Dimana serotonin dalam tubuh manusia meningkat dan membuat hati tenang. Dopamin keluar memberikan rasa puas dan Kortisol (hormon stress) menurun drastis.
Maka tidak heran, sholat tahajud merupakan sholat sunah yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Karena secara biologis, tahajud itu seperti obat dan terapi mental paling ampuh yang pernah ada.
Ketiga Tilawah Al-Qur’an
Pernah ga, ketika kita membaca Al-Qur’an dada terasa bergetar saat melantunkan ayat? Kenyataanya adalah itu bukan hanya sekedar perasaan, tapi ada frekuensi suara yang bekerja.
Penelitian dr.Ahmad Elkadi membuktikan bahwa 97% orang yang mendengarkan lantunan Al-Qur’an mengalami penurunan stress yang signifikan. Otot-otot tegang menjadi rileks dan tekanan daran menurun perlahan.
Keajaiban ini terjadi bahkan jika kita tidak memahami bahasa Arab sekalipun. Mengapa demikian? karena frekuensi suara Al-Qur’an sangat unik dan sinkron dengan Gelombang Alpha di otak kita.
Gelombang ini hanya muncul saat seseorang dalam keadaan meditasi yang sangat dalam atau relaksasi total. Membaca Al-Qur’an adalah terapi suara (Sound Healing) yang levelnya jauh diatas teknik psikologi manapun.