Sebelum menikah isi gelasmu dulu! – Menikah ibarat sebuah bahtera yang berlayar ke samudera lepas. Dimana suami adalah nahkodanya, istri adalah juru mudi bahteranya sedangkan anak adalah penumpangnya. Itulah mengapa menikah bukan sekedar berjalan bersama saja tapi saling membangun dan melengkapi satu sama lain.
Sejak kecil kita sering dijejali cerita tentang kisah ratu dan raja yang kehidupannya terlihat romantis terus. Hingga lama-lama kita percaya bahwa cinta mengisi kekosongan dan pasangan adalah obatnya rasa kesepian. Padalah definisi cinta bukan hanya sekedar karena ada pasangan saja. Namun lebih dari itu, cinta yang menjadi prioritas adalah cita pada diri sendiri dan Tuhan yang menciptakannya. Dengan begitu kita tidak akan terjerumus pada ketergantungan emosional yang diromantisasi pada apa yang kita lihat saja.
“Tanpa dia, aku merasa hampa”, seringsekali kalimat ini memberikan sugesti yang terlihat romantis namun satu sisi kalimat ini mengarahkan pada cinta yang kurang sehat karna kita terlalu bergantung pada makhluk. Padahal ada banyak cinbta di sekitar kita yang mungkin lebih indah dari kecintaan kita padanya yakni cinta pada Allah ta’ala Sang Pemberi Kehidupan”.
Banyak orang enggak sadar, setelah menikah pasangannya bisa mengisi kekosongan yang selama ini ia harapkan. Faktanya kalau kamu merasa kosong sebelum bersama seseorang, kamu saat ini enggak sedang membangun cinta-tapi kamu sedang menggantungkan isi hidupmu pada orang lain. Padahal bukan itu seharusnya sebuah hubungan dibangun. Hubungan yang sehat adalah saling melengkapi dan saling membangun! Bukan berarti kita hilang hormat terdapat pasangan, namun taruhlah harapan dalam hubunganmu pada Sang pemberi cinta (Mahabbah).
Pernah enggak, kamu merasa yang paling berkontribusi ? tapi faktanya kamu merasa enggak pernah cukup? Ngasih waktu, perhatian, tenaga, sampai rasanya capek sendiri. Bayangkan kamu ibarat gelas A yang terus menuangkan air ke gelas B. Awalnya enggak masalah tapi lama-lama airmu habis. Dan gelas B? Masih minta diisi. Gimana bisa terus ngasih, kalau kamu sendiri udah kosong? Lama-lama kamu kering, lelah dan hampa. Mungkin jugua merasa hanya kamu doang yang berjuang selama ini?
Itulah mengapa hubungan yang sehat dibangun bukan tentang satu pihak yang terus memberi, sementara yang lain cuma terima saja. Itu bukan cinta tapi beban. Hubungan itu butuh dua gelas yang sama-sama penuh bukan juga satu gelas yang dikuras habis. Itulah mengapa menikah butuh persiapan butuh gelas yang sudah siap diisi bahkan sama-sama terisi penuh. Karena hubungan yang sehat bukan soal dua orang yang cocok saja, tapi dua orang yang sudah saling berdamai dengan diri sendiri. Mereka sama-sama tahu cara mengatur emosi, yang bukan hanya sekedar cari cinta dan menambah luka. Bukan juga hanya saling melengkapi saja tapi saling menguatkan. Bukan hanya ingin dihargai saja tapi saling mendukung satu sama lain.
Itulah mengapa berdamai dengan diri sendiri sangat penting sebelum menikah. Karena kamu menjadi pribadi yang utuh, siap dengan dirimu sendiri dan siap dalam menjalin hubungan. Orang yang utuh bahwa kebahagiaan adalah tanggung jawab pribadi. Dan cinta adalah tentang memberi, bukan sekedar menerima. Hubungan yang sehat adalah hubungan untuk saling bertumbuh bukan bertahan dalam lelah.
