Pendidikan aqidah seorang ayah kepada anaknya – Peran ayah dalam keluarga sangat penting karena seorang ayah menentukan arah rumah tangga. Salah satu perannya adalah mendidik anaknya menjadi geranasi yang berilmu dan berakhlak baik.
Pendidikan aqidah adalah pendidikan pertama bagi manusia. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW selama 13 tahun pertama kenabiannya, di tanah Mekah. Dimana semua dakwah beliau kepada umatnya adalah tentang aqidah terlebih dahulu.
Sebab tanpa aqidah manusia tidak akan memahami konsep dirinya sebagai seorang hamba Allah SWT, padahal ini dasar dari semua peran. Tanpa aqidah semua yang dijalankan sesuai syariat akan terasa berat.
Tanpa aqidah, tentang adab dan akhlak, karena akan banyak yang terasa tidak masuk akal. Karena dianggap kurang empati semisal anak didorong untuk bisa berbuat baik kepada orang tuanya, tapi bagaimana dengan kualitas orang tuanya.
Tanpa aqidah juga, akan sangat sulit untuk membedakan mana yang hak dan bathil apalagi di zaman yang tampak terlihat abu-abu seperti saat ini. Dan pendidikan aqidah sekali lagi adalah tugas yang menyertai peran seorang ayah.
Sebagaimana wasiat Lukman Hakim dalam QS.Luqman ayat 13 yakni :
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzoliman yang besar”
Pesan yang disampaikan dalam Qur’an surah tersebut adalah tentang pendidikan aqidah. Hal ini menyiratkan bahwa pendidikan aqidah adalah salah satu tanggung jawab besar seorang ayah. Dimana proses penjagaan hariannya barulah ditekniskan oleh seorang ibu.
Kekokohan aqidah inilah akan membuahkan IMAN (kepercayaan). Iman adalah sesuatu yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan yang utuh.
Karena iman akan mendorong manusia untuk berpikir, memilih, bertutur kata, bertindak serta mengarahkan sesuatu pada keputusan yang tepat dan atas kesadaran dari dalam dirinya sendiri. Bukan menjalankan sesuatu dengan paksaan, karena takut dimarahi, karena ikut-ikutan tanpa dasar tapi dijalankan dengan kesadaran yang utuh.
Betapa mulianya seorang ayah hingga tugas ini diamanahkan kepadanya, karena dampaknya panjang dan berpengaruh generasi berikutnya. Karena pribadi yang baik akan membangun keluarga yang baik, keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang baik dan berakhlak.
Dan sebab itu Allah SWT tidak pernah memberikan tugas melebihi kesanggupan hamba-Nya, karena semua ada takarannya masing-masing. Maka artinya potensi untuk menjadi seorang ayah yang amanah adalah ia yang menunaikan tugas tersebut dengan baik telah ada pada diri setiap laki-laki.
Artinya setiap laki-laki punya potensi tersebut, tinggal bagaimana ia menyambutnya dan menjalankan amanahnya dengan sebaik-baiknya. Semoga artikel ini bermanfaat.
