irmawati.id

Parenting Asiyah Ibu Angkat Nabi Musa

Parenting Asiyah ibu angkat Nabi Musa – Asiyah adalah salah sosok wanita yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai teladan bagi mukmin: “Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman…” (QS.At-Tahrim:11)

Artinya parenting Asiyah bukan sekedar sejarah belaka, tapi ilmu yang hidup sampai masa kini da diwariskan untuk seluruh orang tua.

Kisah tanpa syarat

Kita pernah dengar cerita tentang Nabi Musa yang dihanyutkan ke sungai Nil oleh ibu kandungnya karena Fir’aun berniat membunuhnya. Namun, takdir menuntun Musa kembali dekat dengan Fir’aun melalui salah satu istrinya yakni Asiyah.

Kejadian ini diabadikan dalam ayat Al-Qur’an berikut ini :

“Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita ambil sebagai anak” (QS.Al-Qashash:9)

Dari sini ini kita belajar bahwa kasih sayang seorang ibu mampu mengubah keputusan kejam seorang raja. Dan ketika anak merasa dicintai tanpa syarat, ia akan tumbuh dengan kepercayaan diri dan mental yang sehat.

Benteng di Tengah Lingkungan Buruk

Asiyah adalah wanita yang tangguh dan kokoh imannya. Meskipun ia hidup di istana Fir’aun tempat yang penuh kesyirikan dan kezaliman. Namun imannya tetap terjaga dan utuh.

Dalam ilmu tarbiyah menyebutkan ini sebagai qudwah: orang tua yang menjadi teladan agar anak tetap kokoh, meskipun berada di lingkungan yang rusak. Nabi bersabda : “Setiap anak dilahirkan atas fitrah, maka orang tuanya yang menjadikannya Yahudi,Nasrani, atau Majusi” (HR.Bukhari & Muslim)

Berani melawan arus

Selain sosok yang terjaga imannya, Asiyah adalah seorang perempuan sekaligus seorang ibu yang pemberani melawan kedzoliman Fir’aun. Dalam parenting, ini bisa diartikan : sebagai sosok yang berani berbeda dari budaya populer yang merusak fitrah anak. Asiyah mampu menetapkan batas demi kebaikan anak.

Doa yang tulus & spesifik

Pentingnya doa dalam kehidupan kita adalah agar kita mampu menjalani takdir-Nya dan selalu dalam kebaikan. Doa Asiyah ini diabadikan dalam Al-Qur’an : “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga (QS.At-Tahrim:11)

Doa orang tua bukan hanya meminta rezeki dunia saja, tapi memohon kedekatan dengan Allah. Parenting islam menekankan doa sebagai energi spiritual. Bahkan dalam sains, penelitian menunjukkan doa dan sugesti positif orang tua berpengaruh pada perkembangan anak (konsep epigenetik spiritual)

Sabar dalam mendidik anak sebagai amanah

Asiyah menghadapi setiap tekanan, ancaman, bahkan penyiksaan dengan imannya yang terjaga dan tetap sabar. Asiyah tahu bahwa anak adalah amanah dan karunia yang Allah titipkan kepada manusia untuk menebarkan kebaikan diatas muka bumi ini.

Artinya parenting Asiyah dalam mendidik anak pondasinya adalah iman dan sabar serta senantiasa memohon kebaikan kepada Allah ta’ala untuk selalu dalam kebaikan. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Exit mobile version