Keutamaan Mengerjakan Sholat Taraweh di Bulan Ramadhan

Keutamaan mengerjakan sholat taraweh di bulan ramadhan – Bulan ramadhan adalah bulan mulia yang di dalamnya terdapat pengampunan yang luas dan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Maka sangat di sayangkan jika kita menyia-nyiakan kesempatan dalam beramal saleh pada bulan ramadhan.
Salah satu amalan sunah selama bulan ramadhan adalah mengerjakan sholat sunah taraweh. Sholat taraweh merupakan salah satu sholat sunah yang dikerjakan setelah sholat isya selama bulan ramadhan. Sholat taraweh termasuk kedalam sholat qiyamullail yang dikerjakan sebanyak 11 atau 23 rakaat dan di akhiri dengan sholat witir.
Dalam mengerjakan ibadah sholat harus di kerjakan dengan sungguh-sungguh supaya mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Adapun keutamaan mengerjakan sholat sunah taraweh di bulan ramadhan sebagai berikut :

 

1. Diampuni Dosa Terdahulu

Keutamaan mengerjakan sholat taraweh di bulan ramadhan yang pertama adalah diampuninya dosa-dosa terdahulu. Pada bulan ramadhan Allah SWT membukakan pintu pengampunan yang seluas-luasnya, maka sangat disayangkan jika kita melewatkannya untuk beramal shaleh. Sebagaimana dalam hadist riwayat sebagai berikut :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah, akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, no. 37 dan Muslim, no. 759)
Mengerjakan shalat taraweh tidak harus dilakukan secara penuh sebanyak puluhan rakaat namun di kerjakan semampunya. Karena hal terpenting dalam beribadah adalah mengerjakannya dengan ikhlas dan mengharap ridho Allah SWT.

 

2. Pahala berlipat ganda saat berjamaah 

Keutamaan mengerjakan sholat taraweh di bulan ramadhan yang kedua adalah mendapatkan pahala berlipat ganda jika ibadah di lakukan secara berjamaah. Sholat tarawih juga dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di masjid mengikuti imam hingga berakhirnya sholat. Karena dengan berjamaah pahala yang didapat dapat meningkat hingga 27 derajat.

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

“Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).” (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa’i)

 

3. Memakmurkan masjid

Keutamaan mengerjakan sholat taraweh di bulan ramadhan yang ketiga adalah dapat memakmurkan masjid. Semakin banyak orang yang mengerjakan sholat tarawih secara berjamaah di masjid, hal tersebut dapat memakmurkan masjid.

Masjid merupakan rumah Allah SWT, jika selalu didatangi akan mendapatkan kemakmuran dan ketenangan hati. Selain itu, dengan melakukan sholat tarawih di bulan Ramadhan akan menjadi alasan untuk mengunjungi masjid.

 

4. Berpahala sholat semalam penuh

Keutamaan mengerjakan sholat taraweh di bulan ramadhan yang keempat adalah mendapatkan pahala sholat semalam penuh. Sholat tarawih akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda dan akan mendatangkan pahala bagai sholat semalaman.
Seperti salah satu hadits bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda,

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

“Barang siapa shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai. maka ditulis untuknya shalat satu malam (suntuk).”

 

5. Sebagai ajang silaturahmi dan dapat melapangkan rezek

Keutamaan mengerjakan sholat taraweh di bulan ramadhan yang kelima adalah sebagai ajang silaturahmi dan dapat melapangkan rezeki. Jika melaksanakan sholat tarawih di masjid dengan berjamaah tidak menutup kemungkinan untuk bertemu dengan saudara sesama muslim ataupun tetangga.
Pertemuan tersebut dapat menjadi ajang silaturahmi bagi kedua belah pihak. Silaturahmi tentu dapat mendatangkan banyak kebermanfaatan, salah satunya melapangkan rezeki.
“Seorang yang menyambung silaturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seseorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari)

Leave a Comment