Keutamaan-Keutamaan Membaca Istighfar

Keutamaan-keutamaan membaca istighfar – Istighfar memiliki banyak keutamaan salah satunya dapat menghapus dosa-dosa yang besar. Dengan istighfar menandakan kita tidak memiliki daya selain izin dari zat yang Maha Kuasa.
Seorang muslim dianjurkan untuk membaca istighfar memohon ampunan kepada Allah SWT dimanapun dan kapanpun. Supaya semakin semangat dalam beristighfar, kita perlu mengetahui keutamaan-keutamaan  dari membaca istighfar. Diantara keutamaan-keutamaan istighfar lainnya adalah sebagai berikut :

 

(1) Istighfar sebagai bentuk menjalankan perintah Allah SWT

Keutamaan pertama membaca istighfar bagi seorang muslim adalah sebagai bentuk menjalankan perintah Allah SWT. Sebagaimana dalam surah Al-Qur’an berikut :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”(QS. Al-Imran 133)

“Dan mohonkanlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS. An-Nisa: 106)

 

(2) Istighfar menjadi penyebab diampuni dosa

Keutamaan kedua membaca istighfar bagi seorang muslim adalah membaca istighfar menjadi penyebab diampuninya dosa. Sebagaimana dalam hadist riwayat berikut :

Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Ishaq Al Hauhari Al Bashri telah menceritakan kepadaku Abu ‘Ashim telah menceritakan kepada kami Katsir bin Faid telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ubaid ia berkata; saya mendengar Bakr bin Abdullah Al Muzani ia berkata; telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik ia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Allah tabaraka wa ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, tidaklah engkau berdoa kepadaKu dan berharap kepadaKu melainkan Aku ampuni dosa yang ada padamu dan Aku tidak perduli, wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit kemudian engkau meminta ampun kepadaKu niscaya aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan membawa kesalahan kepenuh bumi kemudian engkau menemuiKu dengan tidak mensekutukan sesuatu denganKu niscaya aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.” (HR.Tirmidzi)

 

(3) Istighfar menjadi sebab Allah SWT mendatangkan karunia

Keutamaan ketiga membaca istighfar bagi seorang muslim adalah membaca istighfar menjadi sebab Allah SWT mendatangkan karunia. Begitu banyak karunia yang Allah SWT kepada seluruh makhluk-Nya berupa rezeki, hujan, harta, anak-anak.

“Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS, Nuh:10-12)

 

(4) Istighfar menjadi jalan menuju surga Allah SWT

Keutamaan keempat membaca istighfar bagi seorang muslim adalah menjadi jalan seseorang masuk surga Allah SWT. Jika mengucapkan Sayyidul Istighfar dan meninggal tidak lama setelahnya, maka menjadi sebab ia masuk surganya Allah SWT.

“Dari Syaddad Ibnu Aus radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah  bersabda, “Permohonan ampunan (istighfar) yang paling utama ialah seorang hamba membaca (artinya = Ya Allah Engkaulah Tuhanku tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau yang telah menciptakan diriku aku hamba-Mu aku selalu berada dalam ikatan-Mu dan perjanjian-Mu selama aku mampu aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat aku mengaku kepada-Mu dengan nikmat yang Engkau berikan kepadaku aku mengaku kepada-Mu dengan dosaku maka ampunilah aku sebab tiada yang akan mengampuni dosa selain Engkau).”

“Barang siapa mengucapkannya diwaktu siang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa membacanya diwaktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari) 

 

(5) Istighfar dapat mencegah dari azab Allah SWT

Keutamaan kelima membaca istighfar bagi seorang muslim adalah dengan membaca istighfar dapat mencegah dari azab Allah SWT.

“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” (QS. Al-Anfal: 33)

 

(6) Istighfar dapat mensucikan hati

Keutamaan keenam membaca istighfar bagi seorang muslim adalah dengan membaca istighfar dapat mensucikan hati. Hati akan menjadi lapang, tenang, cukup, serta ridho atas segala ketetapan-Nya. Karena tiada daya dan upaya tanpa izin Allah SWT.

Abu Hurairah RA., ia berkata bahwa Rasululullah SAW bersabda: “Apabila seorang mukmin berbuat dosa, maka dosa itu menjadi noda hitam di dalam hatinya. Jika ia bertaubat, melepaskan diri dari dosanya dan memohon ampun, maka hatinya dibersihkan dari dosa tersebut.” (HR. Baihaqi) 

 

(7) Istighfar dapat menjadi jalan hadirnya nikmat kekuatan

Keutamaan ketujuh membaca istighfar bagi seorang muslim adalah menjadi jalan hadirnya nikmat kekuatan seorang hamba dala menghadapi ujian dalam kehidupannya. Sebagaimana dalam surah Al-Qur’an berikut :

“Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.” (QS.Hud: 52)

 

(8) Istighfar menjadi jalan keselamatan bagi seorang muslimah

Keutamaan kedelapan membaca istighfar bagi seorang muslim adalah menjadi jalan keselamatan bagi seorang muslimah. Sebagaimana dalam hadist riwayat berikut :

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah beristighfar (mohon ampun kepada Allâh) karena sungguh aku melihat kalian sebagai penghuni neraka yang paling banyak.” Berkatalah seorang wanita yang cerdas di antara mereka, ‘Mengapa kami sebagai penghuni neraka yang paling banyak, wahai Rasûlullâh?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Karena kalian sering melaknat dan sering mengingkari kebaikan suami. Aku belum pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya yang lebih mampu mengalahkan laki-laki yang berakal dibandingkan kalian.’Wanita tersebut berkata lagi, ‘Wahai Rasûlullâh, apa (yang dimaksud dengan) kurang akal dan agama?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Kurang akal karena persaksian dua orang wanita setara dengan persaksian satu orang laki-laki, inilah makna kekurangan akal. Dan seorang wanita berdiam diri selama beberapa malam dengan tidak shalat dan tidak berpuasa pada bulan Ramadhan (karena haidh), inilah makna kekurangan dalam agama. (HR.Muslim)

Leave a Comment