3 Mindset Perempuan Agar Hidup Tenang Menurut Al-Qur’an

3 Mindset Perempuan agar hidup tenang menurut Al-Qur’an Perempuan sering sekali mengedepankan perasaan daripada logika dalam bertindak. Hal ini wajar saja, karena fitrahnya perempuan adalah perasa. Terkadang ketika merasa lelah perempuan seringnya membanding-bandingkan kehidupannya dengan orang lain.

Padahal Allah ta’ala sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an, 3 mindset yang perlu dimiliki perempuan agar hidupnya tenang sebagai berikut :

Mindset pertama: Jangan biarkan hidupmu ditentukan oleh validasi manusia

Terkadang kita terlalu menggantungkan harapan pada manusia yang nyatanya manusia sering memberikan harapan dan janji palsu yang kadang tidak bisa dipegang janjinya. Sehingga seringnya menimbulkan kekecewaan pada diri sendiri.

“Cukuplah Allah bagiku…” (At-Taubah : 129)

Makna cukuplah Allah ta’ala bagiku bukan hanya sekedar ucapan, tapi cara hati belajar cukup. Agar ketika kamu melihat kenikmatan orang lain yang sudah jauh di depanmu, kamu akan tetap fokus dengan tujuanmu sendiri dan merasa cukup.

Mindset kedua: Tidak semua harus serba cepat

Allah ta’ala menciptakan malam untuk berhenti dan siang untuk bergerak. Artinya dalam hidup punya ritmenya masing-masing. Tidak semua orang harus sampai pada waktu yang sama.

Berhenti sejenak untuk sholat, tilawah, itikaf, tidak membuat kita kehilangan waktu. Justru merupakan waktu terbaik untuk memulihkan jiwamu supaya kamu jadi lebih kuat untuk melangkah.

Sebagaimana dalam kisah Maryam, saat berada di titik paling lemah. Allah ta’ala berfirman:

“Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya ia akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS.Maryam : 25)

Saat lemah pun, Maryam tetap berproses pelan, sesuai kemampuannya. Seolah Allah ta’ala memberikan isyarat melalui pohon kurma tersebut kepada Maryam untuk tetap tenang karena semua akan baik-baik saja.

Karena yang dibutuhkan bukan sekedar cepat, tapi juga kuat. Dan tanpa sadar yang paling melelahkan adalah ketika kamu mulai membandingkan hidupmu dengan orang lain.

Mindset ketiga: Fokus pada proses diri sendiri.

Setiap orang punya jalannya, ujiannya, takarannya masing-masing. Jadi jangan iri dengan kehidupan orang lain karena pelan-pelan bisa meracuni hatimu. Dan rasa syukur memberikan ketenangan dalam hati.

“…dan janganlah kamu iri terhadap apa yang Allah lebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain…” (QS.An-Nisa: 32)

Tidak perlu hidup seperti orang lain. Cukup jadi versi terbaik dari dirimu, yang terus bertumbuh sekecil apapun itu. Tumbuhlah meskipun dalam ruang sepi karena ketenangan, kebahagiaan dan kekuatan akan bersama dengan orang-orang hatinya yang selalu dekat dengan Allah ta’ala. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *