Bukan kita yang atur! tapi Allah yang ngatur – Seringkali kita sebagai manusia ditakutkan dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Ada sebagian orang yang hidupnya kayanya sibuk banget, semua dikerjain dari pagi sampai malam hingga lupa waktu. Bukan karena mereka mau produktif tapi karena mereka butuh pegangan dan persiapan untuk masa depan.
Ada juga sebagai orang yang hidupnya kayanya nyantai banget “let it flow” menikmati hidup. Bukan karena mereka malas tapi karena mereka belum tahu tujuan hidupnya. Itulah mengapa tidak semua hal dalam hidup, bisa kita kontrol termasuk masa depan kita. Rasa cemas, overthingking, takut semua itu bisa membuat kita menjadi tidak bisa menimkati hidup dan hanya fokus untuk mengamankan masa depan dunia namun lalai akhirat.
Di dunia ini tidak semua hal bisa kita kerjakan, ada batas tegas antara apa yang bisa dilakukan apa yang yang tidak bisa dilakukan. Ada hal yang bisa kita jangkau tapi ada juga ranah yang hanya bisa dijangkau oleh Allah ta’ala. Gelisah karena masa depan itu, bisa jadi karena kita mencoba mengambil alih kuasa Allah ta’ala. Seringnya kita berusaha mengontrol masa depan yang bahkan belum Allah ta’ala ciptakan untuk kita.
Berat memang prosesnya, tapi harus dijalani! Percaya sama Allah ta’ala itu artinya kita serahkan semua urusan hidup dunia dan akhirat kita kepada Allah ta’ala yang Maha Kuasa. Sebagaimana dalam QS.Al-Ahqaf ayat 13 yakni “Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah. Kemudian mereka tetap istiqomah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.”
Kuncinya ada di kata “Rabb” pada “Rabunnallah” yaitu Rabb bukan sekedar Tuhan yang disembah. Tapi juga “Al Mudabbir atau Sang Pengatur. Waktu kita udah berkata, “Rabbunallah” kita sedang membuat pengakuan penyerahan diri, “Ya Allah, engkaulah yang mengatuyr hidupku, bukan egoku, bukan bosku, dan bukan ketakutanku. Maka aku serahkan seluruh urusanku kepada-Mu. Ya Rabb sungguh Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik untukku.”
Kalau Allah ta’ala yang pegang kendali, lantas apa yang perlu kita khawatirkan? Kadang tuh yang bikin kita takut bukan karena kita tidak mampu tapi karena manusia lain. Pencapaian mereka membuat kita takut, penilaian mereka membuat kita takut dihakimi. Ingatlah mereka sama seperti kita manusia yang lemah perkara pengetahuan dan kemampuan. Mereka juga makhluk yang hidupnya dikendalikan Allah ta’ala. Hati, rezeki, keputusan mereka semua diatur oleh Allah ta’ala zat yang Maha Pengatur.
Semuanya tuh udah undercontrol. Semua udah ada yang ngatur, bukan kita! Allah ta’ala yang atur. Maka berdoalah kepada-Nya, “Ya Allah, hamba titipkan urusanku besok kepada-Mu. Dan tunjukkan jalan yang Engkau ridhoi untukku.” Kerjakan semaksimal mungkin, sisanya serahkan pada Allah ta’ala. Bukan masalahnya yang besar, tapi keyakinanmu pada Sang Pengatur yang harus membesar! Semoga kita senantiasa berada di jalan yang lurus dan istioqomah dalam kebaikan. Semoga artikel ini bermanfaat.
Referensi by Quranic Storytelling
