5 Ujian sebelum rezeki datang – Pernah ga, kita merasa kenapa ujian selalu datang dalam hidup kita? Kenapa rezeki yang kita nanti-nantikan terasa semakin jauh? Dan kenapa hidup manusia hanya untuk bertahan saja. Dalam pandangan islam, setiap manusia yang hidup di muka bumi ini pasti akan diuji.
Hal ini sesuai dengan firman Allah ta’ala dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155 “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”.
Ketahuilah setiap ujian ibarat sebuah tangga menuju kebahagiaan. Setiap kesabaran adalah tabungan untuk akhirat. Dan setiap kesempitan adalah pembuka jalan menuju kelapangan yang lebih bermakna. Sungguh Allah ta’ala lebih mengetahui sedangkan kita tidak mengetahuinya Qur’an surat Al-Baqarah ayat 216. Maka bersabarlah dan berbaik sangka dalam berusaha. Karena rezeki terbaik datang kepada mereka yang hatinya sudah siap menerima dengan penuh syukur.
1) Ujian kesabaran dalam kesempitan
Ketika merasa rezeki kita tertunda atau usaha yang sudah kita lakukan belum membuahkan hasil. Ini bukan berarti doamu tidak dikabul atau ditolak Allah ta’ala melainkan kamu sedang di siapkan dalam proses pensucian diri. Setiap detik kesabaran dalam kesempitan finansial akan menghapus dosa dan meningkatkan derajat kamu. Allah ta’ala sedang membersihkan hatimu agar menjadi wadah yang layak untuk rezeki yang lebih berkah. Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Tidaklah seorang muslim tertimpa kesusahan, kesedihan, kepayahan, kesulitan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah ta’ala menghapuskan kesalahannya dengan sebab itu.”
2) Ujian keikhlasan niat
Saat rezeki terasa jauh, sesungguhnya Allah ta’ala sedang mengujimu apakah kamu berusaha untuk meraih ridho-Nya, atau karena harta dan pengakuan manusia saja? Ingat bahwa keikhlasan adalah kunci suatu keberkahan. Harta tanpa berkah hanya sebuah angka rekening saja, tapi harta dengan berkah adalah karunia yang dapat membawa ketenangan jiwa. Banyak yang punya harta banyak tapi hidupnya hatinya terasa sempit, tapi ada yang hartanya cukup tapi ia selalu diberkahi kelapangan jiwa dalam menjalani hidup. Niat yang ikhlas mengubah setiap usaha menjadi ibadah, dan setiap kesulitan menjadi penghapus dosa.
3) Ujian keistiqomahan dalam ibadah
Pernah ga? kita merasa saat rezeki terasa sempit seringkali kita menyalahkan takdir. Bahkan sampai lalai dari ibadah, jarang baca Al-Qur’an, malas untuk berzikir seolah itu dampak karena Allah ta’ala tidak memberikan rezeki kepada kita. Padahal inilah ujian terbesar yakni jauh dari Allah ta’ala bukan karena jauh dari rezeki.
Allah ta’ala sedang mengujimu apakah kamu tetap istiqomah beribadah ketika dunia membuatmu sempit atau kamu lalai darinya. Orang yang tetap istiqomah saat susah, Allah ta’ala akan mudahkan urusannya dan berikan ketenangan dalam hatinya.
Allah berfirman, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Q.S. Al-Baqarah: 45).
4) Ujian dalam berprasangka kepada Allah
Saat ujian itu datang dalam hidup kita, maka inilah celah syaitan membisikan prasangka buruk kepada Allah ta’ala, “Kenapa doamu tidak di kabulkan sampai saat ini? Apakah Allah ta’ala tidak sayang padamu? padahal kamu sudah taat ibadah kepada-Nya”. Inilah ujian prasangka bagi hamba-Nya, jika kita tetap berprasangka baik dan ridho akan ketetapan-Nya maka Allah ta’ala akan memberikan kebaikan kepada kita dari arah yang tidak disangka-sangka.
Sebaliknya jika kita berprasangka buruk dan murka atas ketetapan-Nya maka dapat menutup pintu rahmat-Nya. Yakinlah bahwa Allah ta’ala mengetahui kapan waktu terbaik untuk memberikan rezeki.
5) Ujian kedermawanan saat kesulitan
Pernah ga, saat kita merasa kekurangan ada saja orang/teman terdekat yang membutuhkan pertolongan. Itulah peluang untukmu menabung akhirat. Ini termasuk ujian yang berat yakni apakah kamu masih maubersedakh ketika diri sendiri sedang kekurangan atau sebaliknya?
Ketika dunia berkata untuk menunggu kaya dulu baru bisa sedekah sedangkan kamu masih bisa menyisihkan uangmu untuk sedekah. Itu tanda Allah ta’ala sedang cukupkan dirimu. Dalam pandangan islam, sedekah disaat yang sempit adalah bukti keimanan, Allah ta’ala akan mengganti apa yang sudah kamu keluarkan dengan cara yang tidak terduga.
Dalam riwayat Imam Nawawi menjelaskan bahwa harta yang disedekahkan akan diberkahi dan dilindungi dari berbagai bahaya. Secara hakikat, harta justru bertambah dari sisi keberkahannya. Allahu’alam bisawaf. Semoga artikel ini bermanfaat.
Sumber : annabawi_media
