Beberapa Cara Taubat Dari Pebuatan Zina

Beberapa Cara taubat dari perbuatan zinaPada hakikatnya manusia tidak akan pernah luput dari perbutan dosa, baik yang di segaja atau tidak. Salah satu perbuatan yang di benci oleh Allah SWT adalah perbuatan Zina. Zina adalah perbuatan yang dapat merusak kehormatan dan kesucian pelakunya bahkan kerusakan bagi umat islam.

Namun setiap orang yang pernah berbuat dosa, punya kesempatan untuk mendapatkan ampunan ketika bertaubat kepada Allah SWT. Apapun bentuk dosanya dan sebesar apapun kualitas dosanya sesungguhnya Allah SWT maha pengampun. Allah berfirman dalam surah berikut :

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar : 53)

Sebagian ulama ahli tafsir mengatakan, ayat ini memberikan harapan terbesar bagi setiap manusia yang bertaubat dari perbuatan dosa. Lalu bagaimana cara taubat dari perbuatan zina? berikut penjelasannya :

[1] Menyesali dengan sungguh-sungguh terhadap kesalahan yang di lakukan

Cara pertama taubat dari perbuatan zina adalah menyesali dengan sungguh-sungguh terhadap kesalahan yang di lakukan. Taubat bagi pelaku zina adalah bentuk inti penyesalan terhadap perbuatan dosa yang di perbuat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

النَّدَمُ تَوْبَةٌ

Penyesalan adalah hakekat taubat. (HR. Ahmad 3568, Ibn Majah 4252 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Penyesalan bisa dilakukan ketika pelaku zina merasa telah bertindak sangat buruk, dengan kemaksiatan yang di lakukan. Awal penyesalan di mulai dengan istighfar memohon ampun kepada Allah SWT dan merenungi atas perbuatan zina yang dilakukan. Bayangan kenikmatan maksiat bisa jadi tetap ada, tapi harus di lawan dengan kesedihan yang sungguh-sungguh adalah bentuk penyesalan yang baik.

[2] Meninggalkan Perbuatan Zina dan Semua Pemicu Zina

Cara kedua taubat dari perbuatan zina adalah meninggalkan perbuatan zina dan semua pemicunya. Setiap perbuatan buruk pasti ada konsekuensinya termasuk dosa berzina. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam hadist berikut :

“Hendaknya kalian menjauhi perbuatan zina, karena akan mengakibatkan empat hal yang merusak, yaitu menghilangkan kewibawaan dan keceriaan wajah, memutuskan rezeki (mengakibatkan kefakiran), mengundang kutukan Allah, dan menyebabkan kekal dalam neraka” (HR.Thabrani dari Ibn Abbas).

Selain itu akibat lain bagi pelaku zina, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qur’an berikut :

“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman” (QS. An-Nur : 2)

Begitu besar konsekuensi bagi pelaku zina bukan hanya di dunia namun di akhirat kelak. Mulailah dengan meninggalkan dosa zina dan semua pemicunya. Dengan menghindari jauh dari pasangan zinanya, kecuali setelah menikah.

[3] Bertekad Untuk Tidak Mengulangi Dosa Zina

Cara ketiga taubat dari perbuatan zina adalah bertekad untuk tidak mengulangi dosa zina. Penting bagi kita untuk untuk senantiasa menjaga diri dari dosa salah satunya perbuatan zina.

Dosa itu ibarat racun, apabila kita mengonsumsinya, maka akan membahayakan hidup cepat atau lambat. Allah SWT berfirman dalam surah berikut :

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ  فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya, dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” (QS. An-Naziat: 40-41).

Sesungguhnya Allah SWT maha melihat bagaimana tekad dan upaya kita untuk menjaga diri dari perbuatan zina dan tidak mengulanginya lagi. Semoga dengannya Allah SWT memberikan kepada kita kemudahan untuk istikamah dalam menjauhi larangan-larangan-Nya.

[4] Dekatkan Diri Dengan Banyak Beribadah Kepada Allah SWT

Cara ketiga taubat dari perbuatan zina adalah dekatkan diri dengan banyak beribadah kepada Allah SWT. Shalat adalah tiangnya agama dan dapat menjaga diri dari perbuatan dosa. Dengan menjaga shalat dapat membantu untuk menggugurkan dosa. Karena ketaatan bisa menghapus dosa maksiat. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah berikut :

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

“Dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)

[5] Carilah Lingkungan yang Baik

Cara keempat taubat dari perbuatan zina adalah dengan mencari lingkungan yang baik. Cari teman yang baik yang bisa membimbing Anda untuk menjadi muslim yang baik. Karena lingkungan bisa menjadi pengaruh terbesar bagi kehidupan kita.

Dengan menyibukkan diri dalam berbuat kebaikan dan belajar agama, termasuk mencoba menghafal al-Quran. Ini bisa menjadi cara yang paling efektif untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat.

[6] Rahasiakanlah

Cara kelima taubat dari perbuatan zina adalah dengan merahasiakannya. Rahasiakan dosa ini dari orang terdekat atau siapapun sampai mati, hanya kamu dan Allah SWT yang maha mengetahui atas perbuatan zina yang sudah di lakukan.

Menceritakan hal ini kepada orang lain justru akan menimbulkan masalah baru. Simpan kejadian ini untuk diri sendiri, karena orang lain tidak memiliki kepentingan dengannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ

“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508)

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

ويؤخذ من قضيته – أي : ماعز عندما أقرَّ بالزنى – أنه يستحب لمن وقع في مثل قضيته أن يتوب إلى الله تعالى ويستر نفسه ولا يذكر ذلك لأحدٍ . . .

Berdasarkan kasus ini – Sahabat Maiz yang mengaku berzina – menunjukkan bahwa dianjurkan bagi orang yang terjerumus ke dalam kasus zina untuk bertaubat kepada Allah – Ta’ala – dan menutupi kesalahan dirinya, dan tidak menceritakannya kepada siapapun.

Lalu beliau mengatakan,

وبهذا جزم الشافعي رضي الله عنه فقال : أُحبُّ لمن أصاب ذنباً فستره الله عليه أن يستره على نفسه ويتوب..

Dan ini juga yang ditegaskan as-Syafii Radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

Saya menyukai bagi orang yang pernah melakukan perbuata dosa, lalu dosa itu dirahasiakan Allah, agar dia merahasiakan dosanya dan serius bertaubat kepada Allah… (Fathul Bari, 12/124)

Leave a Comment